Pendidikan informal memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pendidikan masyarakat Indonesia masih tergolong rendah, sehingga pendidikan informal menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Dr. Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, “Pendidikan informal memiliki peran yang tidak kalah penting dengan pendidikan formal dalam membentuk karakter dan keterampilan seseorang. Melalui pendidikan informal, seseorang dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang tidak bisa diperoleh di sekolah formal.”
Pendidikan informal dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti kursus, pelatihan, seminar, workshop, dan lain sebagainya. Melalui pendidikan informal, seseorang dapat meningkatkan kompetensinya dan mendapatkan pengetahuan baru yang dapat membantu dalam menghadapi tantangan di dunia kerja.
Menurut Prof. Dr. Arief Rachman, pakar pendidikan dari Universitas Indonesia, “Pendidikan informal memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan pendidikan informal, seseorang dapat terus belajar dan mengembangkan diri tanpa terbatas oleh kurikulum formal.”
Dengan demikian, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk memberikan dukungan dan perhatian yang lebih terhadap pendidikan informal. Melalui pendidikan informal, diharapkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dapat terus meningkat, sehingga dapat bersaing di tingkat global.